Naharul Ijtima' Ranting NU Randuagung: Merawat Tradisi Maulid Nabi SAW
Majelis Naharul Ijtima' Pengurus Ranting NU Randuagung kembali digelar di Masjid Al Mukhlisin, Perumahan Randuagung Indah, dengan kajian kitab At-Tanbihat al-Wajibat karya KH. Muhammad Hasyim Asy'ari.

Alhamdulillah, Majelis Naharul Ijtima' Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (NU) Randuagung kembali diselenggarakan dengan penuh khidmat pada Jum'at Legi, 16 Oktober 2026, bertempat di Masjid Al Mukhlisin, Perumahan Randuagung Indah. Majelis rutin yang menjadi ruang silaturahmi, penguatan spiritual, dan pendalaman ilmu agama ini diisi dengan rangkaian amaliyah Ahlussunnah wal Jama'ah, meliputi pembacaan istighotsah, manaqib Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani, tahlil, serta kajian kitab At-Tanbihat al-Wajibat karya Hadratussyaikh KH. Muhammad Hasyim Asy'ari.
Rangkaian Amaliyah Ahlussunnah wal Jama'ah
Kajian kitab disampaikan oleh Gus Fathulloh Udin, Rois Syuriah Ranting NU Randuagung, yang pada kesempatan kali ini mengangkat pembahasan tentang bagaimana seharusnya umat Islam mengekspresikan kebahagiaan dalam memperingati hari kelahiran Kanjeng Nabi Muhammad SAW. Dalam penyampaiannya, Gus Udin menegaskan bahwa bergembira atas kelahiran Rasulullah SAW merupakan ekspresi kecintaan yang patut disyukuri. Kebahagiaan tersebut dapat diwujudkan melalui beragam bentuk kegiatan yang mengandung nilai ibadah, ilmu, dan kebersamaan.
Bagaimana Merayakan Maulid Nabi?
Lantas, bagaimana cara yang baik untuk mengekspresikan kebahagiaan dalam merayakan Maulid Nabi? Jawabannya dapat kita pelajari melalui bab pertama kitab At-Tanbihat al-Wajibat. Dalam pembahasannya, Hadratussyaikh KH. Muhammad Hasyim Asy'ari menjelaskan bentuk perayaan Maulid yang dapat diwujudkan melalui berkumpulnya sejumlah orang, membaca sebagian ayat suci Al-Qur'an, mengisahkan sirah atau perjalanan hidup Rasulullah SAW, serta menyajikan makanan untuk dinikmati bersama.
Memaknai Peringatan Maulid Nabi
Dari penjelasan tersebut, kita memahami bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum untuk menghidupkan kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui kegiatan yang sarat makna. Al-Qur'an dibaca, sirah Nabi dipelajari, silaturahmi dieratkan, dan makanan dibagikan sebagai bentuk kebersamaan serta rasa syukur.
Melalui kajian ini, jamaah diajak untuk memahami bahwa kecintaan kepada Kanjeng Nabi tidak cukup hanya diungkapkan melalui kata-kata, tetapi juga perlu diwujudkan dalam kegiatan yang membawa manfaat, memperkuat persaudaraan, dan menumbuhkan semangat meneladani akhlak beliau.
Merawat Tradisi, Menjaga Sanad Keilmuan
Majelis Naharul Ijtima' menjadi salah satu ikhtiar Ranting NU Randuagung dalam merawat tradisi keagamaan yang diwariskan para ulama, sekaligus menjaga kesinambungan sanad keilmuan dan amaliyah Ahlussunnah wal Jama'ah an-Nahdliyah di tengah masyarakat. Semoga majelis ini senantiasa membawa keberkahan, mempererat ukhuwah, meneguhkan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW serta menjadikan kita umat yang semakin dekat dengan ajaran dan akhlak beliau.
Tentang Penulis
Muhammad Badruzzaman
Muhammad Badruzzaman, redaktur Nur Media (via WhatsApp).

