Gus Fathullah Udin: Ingin Berkumpul dengan Rasulullah? Perbanyaklah Salat
Dalam rutinitas majlis miber, Gus Fathullah Udin menjelaskan potongan ayat tentang orang-orang yang taat kepada Allah dan Rasul akan dikumpulkan bersama para Nabi, shiddiqin, syuhada, dan orang-orang soleh.

Dalam rutinitas majlis miber, Gus Fathullah Udin menjelaskan potongan ayat:
وَمَن یُطِعِ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ فَأُو۟لَـٰۤىِٕكَ مَعَ ٱلَّذِینَ أَنۡعَمَ ٱللَّهُ عَلَیۡهِم مِّنَ ٱلنَّبِیِّـۧنَ وَٱلصِّدِّیقِینَ وَٱلشُّهَدَاۤءِ وَٱلصَّـٰلِحِینَۚ وَحَسُنَ أُو۟لَـٰۤىِٕكَ رَفِیقࣰا
"Barangsiapa taat kepada Allah dan Rasul, maka ia akan (dikumpulkan) bersama orang-orang yang diberi nikmat dari Allah yaitu para Nabi, pencinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid, dan orang-orang soleh. Mereka itulah teman sebaik-baiknya. (QS. An-Nisa': 69)"
Dalam penjelasannya, beliau mengutip suatu kisah dari salah seorang sahabat yang bernama Tsauban. Suatu ketika, Nabi Muhammad ﷺ menemui Sahabat Tsauban dalam keadaan pucat. Beliau bertanya, "Kenapa engkau terlihat pucat?" Sahabat Tsauban menjawab, "Ketika di dunia seperti saat ini, jika saya ingin bertemu engkau wahai Nabi, saya bisa mengunjungi engkau ketika di Masjid atau di Ndalem njenengan. Terasa begitu dekat dan menenangkan hati. Lantas, ketika di akhirat, bagaimana cara saya jika saya sangat merindukanmu wahai Nabi? Di sisi lain, jelas njenengan menempati kedudukan yang tinggi di sana. Inilah yang membuatku gelisah." Kemudian turunlah wahyu QS. An-Nisa ayat 69 di atas.
Makna Ketaatan kepada Allah dan Rasul
Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa seseorang yang mentaati Allah dan Rasul, dengan menjalankan apa saja yang diperintahkan dan menjauhi yang dilarang, maka seseorang tersebut akan bisa dikumpulkan bersama dengan para Nabi, shiddiqin, orang-orang syahid, dan orang-orang soleh.
Untuk menguatkan penjelasan di atas, Gus Fathullah Udin menambahkan kisah Sahabat Rabi'ah bin Ka'ab. Beliau merupakan salah satu abdi ndalem Nabi bersama Sahabat Anas bin Malik. Pada suatu kesempatan, Nabi mengatakan kepada Sahabat Rabi'ah bin Ka'ab:
سَلْنِي
""Mintalah kepadaku.""
Sahabat Rabi'ah bin Ka'ab menjawab:
أَسْأَلُكَ مُرَافَقَتَكَ فِي الْجَنَّةِ
""Saya meminta kepadamu (menjadi) temanmu di surga.""
Kemudian Nabi menjawab:
أَعِنِّي عَلَى نَفْسِكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ
""Tolonglah saya atas dirimu (usahamu) dengan memperbanyak sujud (salat).""
Mahar Syafaat adalah Salat
Dari penggalan kisah di atas, dapat kita pahami bahwa termasuk salah satu usaha yang dapat kita lakukan untuk memperoleh maqam mulia, yakni berkumpul bersama Nabi Muhammad ﷺ, adalah dengan memperbanyak salat. Terdapat maqalah yang mengatakan:
لِكُلِّ شَيْءٍ مَهْرٌ وَمَهْرُ الشَّفَاعَةِ الصَّلَاةُ
"Setiap sesuatu itu mempunyai mahar. Dan mahar dari syafaat Nabi Muhammad ﷺ adalah dengan salat."
Akan tetapi, perlu diingat bahwa ketika seseorang diberikan kenikmatan oleh Allah SWT dengan masuk surga dan dikumpulkan dengan para Nabi, hal tersebut adalah anugerah dari Allah. Allah SWT berfirman dalam lanjutan ayat di atas:
ذَ ٰلِكَ ٱلۡفَضۡلُ مِنَ ٱللَّهِۚ وَكَفَىٰ بِٱللَّهِ عَلِیمࣰا
"Itulah karunia dari Allah SWT, cukuplah Allah Dzat Yang Maha Mengetahui. (QS. An-Nisa': 70)"
Dari ayat di atas, menegaskan kepada kita kemuliaan surga, dan seseorang bisa masuk di dalamnya itu murni anugerah dari Allah SWT, bukan karena ketaatan seorang hamba. Seseorang melakukan ketaatan dan ketakwaan kepada Allah SWT adalah bentuk penghambaan diri kepada-Nya, dan berharap diberi rahmat Allah SWT.
Kesimpulan
Bagi kita umat muslim yang tidak semasa dengan Nabi Muhammad ﷺ, yang bukan termasuk orang-orang shiddiq, bukan termasuk orang-orang yang mati syahid, serta bukan termasuk orang-orang soleh, masih mempunyai harapan sangat besar untuk memperoleh kemuliaan berkumpul dengan para Nabi dan orang-orang soleh dengan mentaati Allah beserta Rasul. Kita juga bisa mengusahakannya dengan memperbanyak salat.
Tentang Penulis
Redaktur Nur Media
Redaktur Nur Media, kontributor Nur Media.


